Selamat Datang di Blog yang membahas berbagai masalah seputar multimedia
Tampilkan postingan dengan label media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label media. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Februari 2010

Dominasi produk media pembelajaran oleh Macromedia

Banyak software yang bisa digunakan untuk membuat sebuah produk media pembelajaran berbasis multimedia, tidak terkecuali Microsoft dengan Power Point-nya. Akan tetapi berdasarkan berbagai penelusuran penulis, baik dengan membeli produk media pembelajaran berupa CD Tutorial, maupun dengan mendownload secara gratis, rata-rata produk-produk media pembelajaran berbasis multimedia ini dibangun menggunakan software produk dari Macromedia, yang menurut kabar, sekarang ini perusahaan Macromedia telah diambil alih oleh Adobe.
Ada berbagai macam produk dari Macromedia, di antaranya :
  1. Macromedia Authorware
  2. Macromedia Captivate
  3. Macromedia Director
  4. Macromedia Dreamweaver
  5. Macromedia Fireworks
  6. Macromedia Flash
Mungkin masih banyak lagi produk Macromedia lainnya, tapi 6 produk di atas yang penulis pernah coba.
Baik melalui blog ini saya akan mencoba menjelaskan satu persatu kegunaan dari 6 produk Macromedia di atas.
  1. Macromedia Authorware, efektif digunakan untuk membuat berbagai bentuk media pembelajaran.
  2. Macromedia Captivate, sama juga efektifnya seperti Authorware, yakni untuk membuat media pembelajaran, dan di Captivate ini ada fasilitas untuk merekam kejadian pada screen.
  3. Macromedia Director, sesuai dengan namanya Director (pengatur/sutradara), dengan Direktor ini kita bisa menjalankan berbagai aplikasi seperti efek-efek gambar, suara, animasi, video yang pembuatannya masing-masing menggunakan program/software yang berbeda-beda.
  4. Macromedia Dreamweaver, ini adalah software yang ahli untuk membuat website, baik yang statis maupun yang dinamis.
  5. Macromedia Fireworks, software ini mirip dengan Photoshop, yang digunakan untuk mengolah gambar dan mengolah foto dalam berbagai kreasi.
  6. Macromedia Flash, ini software ahlinya membuat animasi. Keistimewaan dari software ini adalah kalau tidak salah mulai versi 5 sampai versi 8 telah menggunakan bahasa pemrograman berbasis Java yang disebut dengan Actionscript. Dengan actionscript ini bisa digunakan untuk membuat berbagai simulasi-simulasi, dan bisa juga untuk membuat sebuah program game, film kartun, dan sebagainya.
Jadi kalau diperhatikan produk Macromedia ini sesuai namanya adalah ahli di bidang media, yang tentunya mendominasi semua bentuk produk yang berkaitan dengan media, baik untuk media pendidikan, media promosi atau iklan, cd interaktif, company profile, dsb.
Hal penting yang harus diperhatikan, untuk menghasilkan sebuah produk multimedia yang baik, perlu juga penguasaan program-program lainnya yang segaris, seperti untuk keindahan tampilan memerlukan program pengolah gambar seperti Adobe Photoshop, juga produk-produk lain untuk audio dan video.
Pada blog ini saya akan menyajikan berbagai tips dan trik seputar multimedia, yang berkaitan erat dengan 6 produk macromedia di atas.

Selasa, 23 Februari 2010

Multimedia Sebagai Media Pembelajaran Interaktif

Penggunaan Media Pembelajaran

Penggunaan media dalam pembelajaran memberikan pengaruh bagi siswa dalam memahami mata pelajaran yang disampaikan guru. Dengan adanya media pembelajaran siswa tidak hanya mendengar penjelasan dari guru yang disampaikan secara lisan, yang bisa menimbulkan pemahaman yang berbeda antara siswa yang satu dengan yang lainnya.

Pengertian Multimedia Interaktif

Secara etimologis multimedia berasal dari kata multi (Bahasa Latin, nouns) yang berarti banyak, bermacam-macam, dan medium (Bahasa Latin) yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu. Beberapa definisi multimedia menurut beberapa ahli (dalam Rachmat dan Alphone, 2005/2006; Wahono, 2007; dan Zeembry, 2008) diantaranya:


  1. Kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output. Media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar (Turban dan kawan-kawan, 2002)
  2. Alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video (Robin dan Linda, 2001)
  3. Multimedia dalam konteks komputer menurut Hofstetter 2001 adalah: pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video, dengan menggunakan tool yang memungkinkan pemakai berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi.
  4. Multimedia sebagai perpaduan antara teks teks, grafik, sound, animasi, dan video untuk menyampaikan pesan kepada publik (Wahono, 2007)
  5. Multimedia merupakan kombinasi dari data text, audio, gambar, animasi, video, dan interaksi (Zeembry, 2008)
  6. Multimedia (sebagai kata sifat) adalah media elektronik untuk menyimpan dan menampilkan data-data multimedia (Zeembry, 2008)

Jadi multimedia dapat disimpulkan sebagai perpaduan dari berbagai media yang berupa teks, gambar, suara, video, animasi, interaksi, yang digunakan untuk menyampaikan informasi kepada orang lain yang dikemas dalam bentuk komputerisasi. Selain sebagai media pembelajaran, multimedia juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan game, film animasi, untuk periklanan, company profile, arsitektur, simulasi, dan lain-lain. Sedangkan interaktif terkait dengan komunikasi dua arah atau lebih dari komponen-komponen komunikasi. Komponen komunikasi dalam multimedia interaktif berbasis komputer adalah hubungan antara manusia sebagai user/pengguna dan komputer berupa software aplikasi dalam format file tertentu yang biasanya dalam bentuk CD.

Multimedia Pembelajaran Interaktif

Perkembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang di dalamnya bersamaan dengan perkembangan teknologi multimedia, menjadikan produk-produk TIK semakin beragam. Pada pertengahan dekade tahun 1980-an tatkala teknologi komputer multimedia mulai diperkenalkan, maka sejak saat itu multimedia pembelajaran berbasis komputerpun dimulai. Terdapat berbagai sebutan untuk media pembelajaran berbasis komputer seperti CAI (Computer Assited Instruction), MPI (Multimedia Pembelajaran Interaktif), software pembelajaran mandiri, media presentasi berbantuan komputer, dll. Setiap penyebutan tentu saja mempu-nyai karakteristik khusus sesuai dengan yang dimaksudkan oleh pengembangnya (Waho-no, 2006: 6). Mulai saat itu MPI sudah menjadi bahan pembicaraan di kalangan dunia.

Peristilahan MPI di Indonesia baru muncul ke permukaan sekitar tahun 2005-an setelah diadakan lomba pembuatan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk SMA dan sederajat oleh Dikmenum, walaupun kegiatan merancang MPI telah dilakukan tahun-tahun sebelumnya oleh PH atau institusi tertentu. Sebenarnya pembuatan bahan ajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah dirintis oleh Direktorat Pembinaan SMA sejak tahun 1990, dimulai dengan pelatihan guru-guru MIPA (matematika dan ilmu pengetahuan alam) dalam pembuatan multimedia pembelajaran. Kegiatan tersebut berlanjut dan berkembang hingga sekarang dengan bentuk dan nama kegiatan yang berbeda. Selama kurun waktu tersebut telah dihasilkan banyak multimedia pembelajaran (bahan ajar berbasis TIK) (Wahono, 2006: 7).

Kegiatan terkait MPI berikutnya dilakukan oleh Pustekom melalui Balai Pengembangan Multimedia/BPM di Semarang dengan mengadakan Lokakarya Penyusunan Instrumen Standarisasi Quality Control untuk Multimedia Pembelajaran Interaktif pada bulan Maret 2008 (Tim BPM, 2008). Karakteristik MPI yang stand alone memudahkan user untuk membawanya kemana-mana dalam format CD interactive for PC. Sejalan dengan berkembangnya teknologi jaringan dan internet, maka multimedia pembelajaran berkembang tidak terbatas pada stand alone PC, tapi juga berbasis jaringan, sehingga sumber belajar menjadi lebih kaya (Wahono, 2006).